Oleh: Rosdiana, S.Pd.

(KA. TU MTs Muhammadiyah Sukarame)

A. PENDAHULUAN

Penghormatan terhadap guru, akan menjadi kenyataan jika para guru tidak hanya memiliki otoritas secara akademik di bidang mereka saja, akan tetapi juga memberikan contoh moral secara konsisten. Guru seharusnya mengajarkan dan mempraktekkan hubungan guru dan murid yang menjadikan loyalitas dan keikhlasan sebagai sifat yang sangat penting. Karena guru adalah orang yang diserahi tanggung jawab untuk menghilangkan akhlak tercela (akhlaq al mazmumah) bagi murid dan menggantikannya dengan akhlak yang terpuji (akhlaq al mahmudah) agar peserta didik dapat sampai kepada akhirat dengan keridaan Allah.

Pada batas tertentu, pendidikan adalah proses membekali manusia dengan apa yang akan mengantarkannya kepada kebahagiaan. Saat ini pendidikan formal sangat berorientasi industri. Sementara nalar industri mendudukkan manusia sekedar sebagai pekerja yang secara perlahan menjauhkan manusia dari kealamiahan dan kebahagiaannya.Dalam situasi seperti itu, pendidikan informal dan non-formal perlu dirancang untuk membantu manusia memenuhi kebutuhan akan nilai hidup, emosionalitas, spiritualitas hingga sosial, menuruti perkembangan umur.

Pendidikan untuk remaja tentang pertemanan, pengalaman jatuh cinta, hingga persiapan pernikahan dan hidup berkeluarga, perlu disediakan secara luas. Hal itu karena kebanyakan mereka dalam kondisi bingung mengenai berbagai persoalan esensial dalam kehidupan mereka, sementara pendidikan formal tidak memfasilitasi.Selain remaja, lansia juga membutuhkan pendidikan yang serupa. Ketakutan akan kematian, penyesalan akan perjalanan hidup yang telah lalu, kesedihan karena jauh dari anak dan cucu, adalah di antara persoalan yang harus mereka hadapi. Pendidikan yang lebih memanusiakan manusia menjadi semakin mendesak untuk diselenggarakan, di tengah nestapa kemodernan yang tidak ramah seperti sekarang ini. Oleh karena itu pendidik yang melakukan proses pendidikan di dalam kelas akan menjadi penting dengan mempertimbangkan pelaksanaannya dengan baik. Proses pembelajaran dengan baik memang harus tercipta di dalam kelas, dengan demikian peserta didik dapat menyerap materi pendidikan dengan baik.

B. PEMBAHASAN

Mewujudkan generasi yang memiliki moral dan akhlak yang baik tentunya harus melalui proses pendidikan yang baik juga. Sehingga melalui proses tersebut akan meletakkan kebaikan pada generasi. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pendidik dalam rangka menjadikan generasi yang dapat memanusiakan manusia sesuai ajaran Islam.

1. Menjaga Kekuatan Moral

Dalam rangka ntuk mengantisipasi krisis moral, tidak cukup dengan merubah Kurikulum pendidikan dan mengajarkan materi “Pendidikan Budi Pekerti / Pendidikan Karakter” saja,  namun di sisi lain membiarkan pergaulan bebas dan pakaian peserta didik yang minimalis. Pendidikan Agama diabaikan baik dalam skup Keluarga maupun masyarakat.  Hal ini akan berdapampak  pada krisis moral dan akhlak. Praktik pendidikan yang baik sebagai pendidik adapah tetap memberikan materi pendidikan keagamaan dan mampu mengawasi praktiknya dengan baik. Hal ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pendidik,  sekolah atau ustdz saja, namun peran penting juga harus ditunjukkan oleh keluarga.

2. Akhlak Menjadi Tujuan Utama

Dalam pendidikan agama Islam, Akhlak atau Budi Pekerti merupakan tujuan utama diutusnya Rasulullah Saw. Rasulullah saw di utus untuk menyempurnakan Akhalak manusia. Dengan ini sudah jelas, guru atau pendidik juga harus memberikan pendidikan yang baik kepada peserta didik, hal ini menjadi bukti bahwa pendidik adalah wasilah tercapainya akhlak yang baik sesuai tugas dan ajaran yang telah Rasulullah saw sampaikan kepada kita.

3. Islam Mengajarkan untuk Menjadi Muslim yang Baik

Bahkan seluruh ajaran Islam disyariatkan dalam rangka membentuk manusia Muslim yang berakhlak baik Akhlak Vertikal kepada Allah maupun Akhlak Horizontal kepada manusia dan semesta. Artinya, akhlak dan moral yang dimiliki harus diaplikasikan dengan baik. Hal ini akan menjadi identitas tersendiri sebagai manusia yang berakhlak. Akhlak harus tercipta di dalam hati manusia, untuk ibadah kepada Allah swt atau untuk bermuamalah dengan sesama Insan.

4. Ukuran Keimanan Hamba

Barometer keimanan seorang Muslim diukur dari Akhlak aplikatifnya. Sebagaimana dijelaskan dalam banyak hadis seperti; Barangsiapa yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari Akhir maka berkatalah yang baik atau sebaiknya diam. Bahkan ukuran bagusnya keberislaman seseorang adalah kemampuannya meninggal segala sesuatu yang sia-sia.

5. Keberhasilan Pendidikan

Keberhasilan pendidikan karakter Dan Pendidikan Budi Pekerti adalah, ketika mampu melahirkan peserta didik atau generasi yang berbudi pekerti luhur, kokoh memegang prinsip, dan bukan Generasi Buih yang gampang terombang ambing oleh keadaan. Sebagaimana Sabda Rasulullah Saw:

 “لا تكون إمعة تقولون إن أحسن الناس أحسننا وإن ظلموا ظلمنا ولكن وطنوا أنفسكم إن أحسن الناس أن تحسنوا وإن أساؤوا أن لا تظلموا )رواه الترمذ

Artinya: “Janganlah kalian menjadi orang yang ikut-ikutan (Latah), (lalu) kalian mengatakan jika orang (berbuat) baik maka aku juga berbuat baik, dan jika mereka berbuat zhalim (kejelekan) aku juga melakukan kezhaliman (kejelekan). Tetapi mantapkan dirimu, jika orang lain berbuat kebaikan, kalian (tetap) melakukan kebaikan, dan jika mereka melakukan keburukan, kalian tidak (ikut-ikutan) melakukan kezhaliman (keburukan).” [HR. Ar-Tirmidzi] Praktik pendidikan yang memanusiakan manusia adalah dengan cara menjadi pendidik yang baik. Pendidik yang baik adalah pendidik yang mampuenerapkan proses pendidikan sesuai dengan ajaran Islam. Sebagaimana Allah swt dan Rasulullah Muhammad saw sampaikan kepada kita semua.

C. KESIMPULAN

Generasi yang baik, berakhlak, beraqidah dan bermoral adalah generasi yang dapat memahami dirinya sebagai manusia ciptaan Allah swt. Manusia yang tidak berdaya di hadapan-Nya, dan Manusia yang selalu membutuhkan nikmat dan pertolongan-Nya. Terciptanya generasi yang baik karena melalui proses dan praktik pendidikan yang baik pula. Oleh karena itu, setiap lembaga pendidikan seharusnya dapat mengaplikatifkan pendidikan yang baik sesuai tuntunan Islam sebagaimana Allah swt dan Rasulullah saw ajaran. Setiadaknya ada lima praktik pembelajaran yang baik yang perlu diaplikatifkan dalam pendidikan, baik jenjang negri apalagi swasta. Pertama harus harus menjaga moral peserta didik,. Kedua mengajarkan kepada peserta didik bahwa akhlak menjadi tujuan utama hidup sebagai manusia yang baik. Ketiga memhamkan kepada peserta didik bahwa agama Islam mengajarkan kebaikan. Keempat keimanan dan ketaqwaan seorang hamba dapat diukur melalui akhalak dan budi pekertinya. Kelima keberhasilan pendidikan melalui proses yang baik dan terarah.